Beranda » Blog » Hukum Umrah Berulang-ulang di Tanah Suci

Umrah Kedua, Hukum Umrah Berulang-Ulang Di Tanah Suci
Ada beberapa hal yang penting untuk Anda ketahui. Masih banyak jamaah yang bingung jika melakukan Umrah lebih dari satu kali, disebutkan pernah saat ada manasik yang dari pihak travel disebutkan apabila ada khilaf antara para ulama mengenai Hukum Umrah Berulang-Ulang diTanah Suci tersebut.

Sesungguhnya suatu ibadah supaya bisa diterima Allah maka ibadah tersebut wajib memenuhi 2 syarat.

Syarat tersebut yakni ikhlas, serta dibarengi mutaba’ah, atau mengikuti contoh rasul. Karena itu tak cukup jika mengandalkan ikhlas saja, namun harus mengikuti petunjuk dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga.

Ibadah Umrah di kategori ini termasuk ibadah yang disyariatkan, karenanya harus sesuai rambu-rambu syariat. Mari baca selengkapnya.

Berapa Jumlah Umrah yang dilakukan Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam

Sepanjang hayatnya, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam melakukan ibadah Umroh sebanyak 4x. Yakni:

  • Umrah Hudaibiyah
  • Umrah Qadha’
  • Umrah Ji’ranah
  • Umrah bersamaan pelaksanaan haji Rasulullah

Dari Ibnul Qayyim, menyebutkan dalam masalah ini, tak ada perbedaan opini (Zadul Ma’ad, 2:89). Untuk setiap ibadah Umroh, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam kerjakan di dalam sebuah perjalanan yang tersendiri.

Jadi, 3 Umroh secara tersendiri, dan tanpa disertai haji, serta sekali bersamaan dengan ibadah haji. Tahun 6 H, Umroh yang pertama, Umroh Hudhaibiyah.

Di mana beliau bersama para sahabat berbaiat di bawah pohon (Syajarah), kemudian mengambil miqat yang berasal dari Dzul Hulaifah Madinah.

Di perjalanan ibadah Umroh tersebut, kaum musyrikin menghalang-halangi kaum Muslimin yang hendak memasuki kota Mekkah. Dan terjadilah perjanjian yang disebut perjanjian Hudaibiyah.

Letak pointnya adalah kaum Muslimin wajib kembali menuju Madinah, tanpa dapat melaksanakan ibadah Umroh yang telah direncanakan.

Namun kaum Muslimin mengerjakan ibadah Umroh lagi di tahun berikutnya. Ini dikenal sebagai Umroh Qadhiyyah (qadha) di tahun 7 H. Semasa 3 hari beliau tinggal di Mekkah.

Yang ketiga, Umrah Ji’ranah di tahun 8 H. Dan yang terakhir ketika beliau Rasulullah SAW mengerjakan haji wada. Keseluruhan ibadah Umroh tersebut, yang beliau kerjakan, terjadi semasa bulan Dzul Qa’dah.

Pelaksanaan 4 Umroh yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW, masing-masingnya dilakukan dengan safar tersendiri. Jadi bukannya seperti yang dilakukan kebanyakan jamaah haji sekarang, satu perjalanan dan untuk sekian banyak Umroh.

Umroh beliau yang dimulai dari Ji’ranah tak dapat dijadikan sebagai dalil membolehkan Umroh berulang-ulang. Karena awalnya beliau memasuki Mekkah untuk menaklukkannya dengan keadaan halal, atau bukan muhrim di tahun 8 H. semasa 17 hari, beliau berada di situ.

Tak ada riwayat menerangkan salah satu sahabat yang menyertai beliau dalam haji wada’, beranjak keluar ke tanah halal bagi tujuan Umroh, entah itu sebelum maupun sesudah pelaksanaan haji. Mereka pun tak pergi menuju Tan’im, Ji’ranah atau Hudhaibiyah untuk tujuan ibadah Umroh.

Disebutkan jika ibadah yang disunnahkan itu yakni thawaf, dan bukan Umroh. Lebih baik jika jemaah memperbanyak thawaf. Thawaf lebih utama dibandingkan Umroh untuk jamaah yang sedang berada di Mekkah.

Jika Anda hendak melakukan perjalanan ibadah Umroh, pastikan juga travel umrah yang Anda gunakan merupakan yang terpercaya. Salah satunya adalah Travel Umrah Rabbani Tour

Rabbani Tour sudah mempunyai pengalaman memberangkatkan jamaah ke Tanah Suci berkali-kali. Anda dapat melihat testimonial yang ada di situs RabbaniTour.com.

Selain itu travel umrah ini juga sudah memiliki alamat kantor yang jelas. Alamat kantor di gedung yang bukan kontrak, sehingga jika memang ada masalah, Anda pun bisa langsung menghubungi pihak kantor atau menelepon jika tidak masalah.

Sekian artikel mengenai Hukum Umroh Berulang-Ulang Di Tanah Suci, semoga bermanfaat.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.